Senin, 30 Januari 2012

Dalam Memori Hening...

Diposting oleh Raissa Indah Hanjani di 22.57
Reaksi: 
Hening turun dari mobil sedan warna merah. Sesaat mata indahnya menatap sebuah baliho berukuran besar di depan gerbang warna biru yang bertuliskan

SELAMAT DATANG REUNI SMA PELITA JAYA ANGKATAN 2000/2001

SMA ini sama seperti tujuh tahun yang lalu sebelum ia lulus dan melanjukan studinya di bangku kuliah, hanya sekarang taman depan terlihat sangat asri dengan berbagai macam keelokan bunga dan dihiasi air mancur mini buatan tepat ditengahnya dan berada diatas area berbentuk kurva segitiga yang di tumbuhi rumput hijau. Serta cat warna biru yang mendominasi pada tembok sekolah menambah indahnya sekolah yang memberinya banyak kenangan. Ya! Hening sangat mengenang sekolah ini. Mengenangkannya pada masa-masa SMAnya, dan mengenangkannya pada seseorang…
Hening kemudian melangkah masuk menuju sebuah aula. Di malam reuni ini dia terlihat anggun dengan gaun bustier potongan halter neck berwarna hitam dipadukan sepatu high heels yang membuat kakinya terlihat makin jenjang dengan ditambahkan aksesoris kalung vintage berbandul batu. Kemudian ia mendekati sebuah meja yang menghidangkan berbagai macam minuman seperti Cold avocado potage kemudian juga terdapat Cold capsicum soup lalu juga ada The chocolate parfait. Namun ia menjatuhkan pilihannya pada segelas lychee punch cold.
Namun belum sempat ia menegak segelas minuman yang telah terlanjur menempel pada bibirnya. Tiba-tiba dari kejauhan matanya menangkap sesosok yang begitu ia kenali.
Bagaikan putaran film flashback, angannya..., jiwanya... meraba-raba mencari sebuah memori bayangan masa lalu yang tak akan pernah terlupakan yang kemudian terasa sangat jelas terlihat dan terlintas kembali didepan mata kejadian tujuh tahun yang lalu.
  
♥♥♥♥♥♥


“Mengapa kini getir dan pahit rasa dalam hati, Bingung antara amarah dan kasih dan ini harus diakhri!”.
Hening mencoba untuk menahan tangis, lidahnya terasa kelu untuk mengucapkannya. Batinya tak kuasa menahan dilema yang ia rasakan. Dia tak sanggup memandang mata laki-laki yang ada dihadapannya kini.
” Sayang ini terlalu amat menyakitkan. Kini lebih sakit ketika harus dilupakan, Sunguh aku tak dapat merelakan...cinta ku terlepas...dan terhempas”.
Randy sama sekali tak menyangka Hening akan membuat keputusan yang akan membuatnya terluka. Hatinya hancur atas apa yang telah hening ucapkan.
 ” Aku marah…,tapi tak bisa marah padamu. Aku benci… tapi tak bisa benci padamu. Ingin aku pergi…, menjauh… dan berlari....Terus berlari…Jatuh…,berlari lagi, aku terluka menahan perihmu tapi aku tetap mencoba untuk berlari hingga aku tak sanggup! Tahukah kamu!!! ” . Tangisnya kini tak kuat utuk terbendung lagi. Dia mencoba untuk menguatkan asanya kembali. Mencoba tegar dihadapan laki-laki yang telah memberinya cinta. Walaupun cinta itu hanya separuh.
” Hancur dan perih aku bertanya dalam hati, Hancur dengan semua ini! dapatkah kesempatan ku merengkuhnya lagi”. Randy memegang bahunya erat dan menatapnya dengan tajam seolah ia ingin menggapai lagi jiwanya telah rapuh. Tapi kini semua telah terlambat. Batinnya sudah terlalu lelah dan terluka.
”Cinta ini tak kan pernah tersalahkan hanya keberadaannya lah yang salah, ia mulai dari sebuah awal yang salah. Aku telah merebutnya, dan kini ku telah lelah, membuatku memilih tuk mundur, cinta tak akan pernah memilih. Yang akhirnya akulah yang hancur! mengapa? apa ini karma? karena merebut cinta yang tak semestinya?”. Bibirnya tergetar mencoba menahan hatinya yang  terasa semakin sakit. Hening mencoba mencari sandaran namun apa yang dicarinya tak ada. Ia ingin mencari pegangan tapi ia tak menemukannya.
”Keegoisan ku tlah membuatmu sakit, memberimu cinta yang tlah terbagi dan hanya menjadi cinta yang tlah di dua kan”. Randy menyadari dialah yang membuat Hening terluka. Membuat orang yang ia cintai  tergores dan ia tak tahan melihat tetesan air mata yang jatuh dari mata gadis yang begitu ia puja.
” Segores luka ini memang terasa perih namun, kan ku bawa cinta ini Selalu….Dalam jiwaku, hatiku, nafasku,…dan tak kan pernah tersesali keberadaannya”. Ia tahu bahwa sampai kapanpun di hatinya hanya ada nama Randy, Randy lah orang yang pertama mengisi hatinya yang kala itu masih putih.
Tiba-tiba randy memeluknya., begitu erat, begitu kuat. Membuat tubuhnya terasa sakit, ia seperti sesak untuk bernafas, tulang nya seakan remuk dalam dekapan Randy namun entah mengapa hatinya terasa begitu hangat di pelukan laki-laki ini. Dan dia rasakan setiap helai kulitnya yang menyentuh kulitnya.
“Aku mencintaimu Hening…” kata-kata itu  bertiup halus mengetarkan telinganya. Masuk begitu sangat dalam di bagian terdalam dalam jiwanya.
“Aku…ju..ga…mencintai…mu, ran…dy…” tergetar bibirnya mengucapkannya. Dia sadar bahwa ia tak akan sanggup melepaskan cintanya.
Namun kemudian randy bisa membuat bibir nya berhenti tergetar, ia memberi segenap hati dan jiwanya. Terasa begitu hangat, terasa begitu lembut. Hingga ia tak kuasa untuk menahannya, sentuhan cintanya, semua itu terasa begitu sangat dalam masuk kedalam raga dan jiwanya. Dan Hening pun membalasnya...menyatu dalam helaian cinta.
Dia dan cowok itu merajut kasih ketika di bangku SMA, tapi sayangnya mereka harus backstreet dari semua orang karena cowok tersebut sudah mempunyai kekasih. Cowok itu bernama Randy. Cowok yang membuatnya harus menjadi orang ketiga dan itu menyakitkan.


♥♥♥♥♥♥

Tiba-tiba ia tersadar dari lamunannya. Hening kembali dalam kenyataan, sakit hatinya, amarahnya, cintanya dan kecewanya ternyata semua itu terlalu menyesakkan untuk diingat kembali. Seseorang yang ia lihat dari kejauhan itu kini kian dekat dengannya.
“DUG…!”
Tiba-tiba jantungnya berpacu dengan kencang. Seluruh adrenalinnya mendidih kepermukaan. Ada desiran hangat mencoba masuk ke dalam setiap relung pori-pori hatinya. Meniup rasa halus ke dalam dadanya. Suaranya…bau tubuhnya…sentuhan tangannya…garis wajahnya...semua ini terasa begitu sangat dekat. Semua ini pernah ia rasakan sebelumnya. Tiba-tiba setetes air tak terasa jatuh menetes ke pipinya. Bibirnya tergetar menahan tangis.
Ya! ia sangat yakin…!dia yang slama ini ia rindukan. Dia yang slama ini ia inginkan, ada begitu dekat dengannya, terasa sangat dekat, dihatinya, dijiwanya,dan kini Randy ada di sampingnya kembali masuk dalam hatinya.
 


Terasuk jiwa untuk kembali pada hati
Meradam raga untuk kembali
Hangat air menetes sakit disini
Angin yang berlari
Kini menghampiri
Tercoba tu tak peduli
Tapi tertentang naluri
Pada kenyataan hati
Yang tak penah mati


Dedicated is calling me "Maia"

0 komentar:

Posting Komentar

 

Chacha Mari Cha Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare

welcome to chacha blog.