Para perokok sepertinya harus puasa hari ini. Tanggal 31 Mei merupakan Hari Tanpa Tembakau Dunia. Selain merusak kesehatan, rokok membuat ongkos kesehatan tinggi, dan negara menjadi miskin. Slogan rokok merusak kesehatan sudah sering didengungkan. Perhatikan saja setiap kemasan bungkus rokok. Selalu ada tulisan "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Tulisan peringatan itu juga menyertai setiap iklan rokok di televisi, radio, dan media cetak. Iklan rokok pun dilarang menayangkan visualisasi orang merokok dan rokok itu sendiri. Belum lagi sejumlah artikel kesehatan mengenai bahaya rokok. Tapi apa lacur, rokok terlanjur menjadi lambang gagah-gagahan, gaya, gaul, bahkan kejantanan, meski ada juga yang hanya untuk iseng. Efek racun rokok yang tidak langsung mematikan pemakai membuat banyak perokok masih santai-santai saja menikmati setiap hisapan rokok.
Tahukah anda bahwa tanggal 31 Mei adalah hari anti Tembakau Se-Dunia ? Ya, kebanyakan orang tidak mengetahui peringatan hari tersebut apalagi esensi dan tujuan di canangkannya hari anti tembakau internasional. Tidak tanggung-tanggung hari tersebut dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau lebih dekenal dengan WHO (World Health Organization). Pencanangan tersebut tidak lepas dari keprihatinan akan
bahaya kebiasaan merokok dikalangan masyarakat terutama orang-orang yang terkena imbas dari kekuatan media kapitalis yang gencar melakukan aksi promosi tembakau agar produk rokoknya semakin laris tanpa melakukan segmentasi usia dan gender, Itupun belum lagi dampak yang merembet pada anak-anak dibawah usia yang terkena korban sebagai perokok pasif dan korban propaganda media iklan sehingga tidak heran jika sekarang anak-anak SD-SMP sudah fasih menghisap rokok. Sebanyak 43 juta anak Indonesia saat ini hidup serumah dengan perokok dan menghirup asap tembakau pasif atau asap tembakau lingkungan. Akibatnya, anak-anak tersebut terancam menderita penyakit mematikan, seperti pertumbuhan paru-paru yang lambat, mudah terkena bronkitis, infeksi saluran pernapasan, telinga dan asma, kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun, di Jakarta. Kenyataan ini sangat mencemaskan untuk masa depan bangsa sebab, kesehatan yang buruk di usia dini akan menurunkan ketahanan tubuh saat dewasa. Anak muda memang menjadi fokus HTTS (Hari Tanpa Tembakau Sedunia) tahun ini, sebagaimana tema yang ditetapkan oleh WHO, yaitu Tobacco Free Youth atau Anak Muda Bebas Rokok. Tema ini menajdi relevan bagi Indonesia karena perokok usia muda di Indonesia semakin meningkat. Indonesia adalah salah satu dari 5 produsen dan konsumen rokok terbesar di dunia. Bahkan WHO memperkirakan 25% kematian pada laki-laki di Indonesia disebabkan karena telah merokok selama sepuluh tahun.
bahaya kebiasaan merokok dikalangan masyarakat terutama orang-orang yang terkena imbas dari kekuatan media kapitalis yang gencar melakukan aksi promosi tembakau agar produk rokoknya semakin laris tanpa melakukan segmentasi usia dan gender, Itupun belum lagi dampak yang merembet pada anak-anak dibawah usia yang terkena korban sebagai perokok pasif dan korban propaganda media iklan sehingga tidak heran jika sekarang anak-anak SD-SMP sudah fasih menghisap rokok. Sebanyak 43 juta anak Indonesia saat ini hidup serumah dengan perokok dan menghirup asap tembakau pasif atau asap tembakau lingkungan. Akibatnya, anak-anak tersebut terancam menderita penyakit mematikan, seperti pertumbuhan paru-paru yang lambat, mudah terkena bronkitis, infeksi saluran pernapasan, telinga dan asma, kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun, di Jakarta. Kenyataan ini sangat mencemaskan untuk masa depan bangsa sebab, kesehatan yang buruk di usia dini akan menurunkan ketahanan tubuh saat dewasa. Anak muda memang menjadi fokus HTTS (Hari Tanpa Tembakau Sedunia) tahun ini, sebagaimana tema yang ditetapkan oleh WHO, yaitu Tobacco Free Youth atau Anak Muda Bebas Rokok. Tema ini menajdi relevan bagi Indonesia karena perokok usia muda di Indonesia semakin meningkat. Indonesia adalah salah satu dari 5 produsen dan konsumen rokok terbesar di dunia. Bahkan WHO memperkirakan 25% kematian pada laki-laki di Indonesia disebabkan karena telah merokok selama sepuluh tahun.
Yang lebih memprihatinkan lagi, di Indonesia belum ada larangan untuk beriklan, promosi dan sponsor secara total sehingga dapat berimplikasi pada meningkatnya jumlah perokok baru dan perokok usia dini. Padahal aktivis anti tembakau memperkirakan sepertiga penduduk Indonesia atau sebesar 76,7 juta orang mendukung adanya perundang undangan tentang larangan iklan, penjualan dan larangan merokok di tempat umum (Jakarta Post,11/4/2008). Meskipun kurang mendapat dukungan Pemerintah, Komnas PPM tidak tinggal diam. Lembaga ini secara konsisten memberikan edukasi kepada pelajar dan masyarakat melalui penyebaran pesan-pesan tentang bahaya merokok atau kegiatan-kegiatan penyuluhan di sekolah. Berbagai upaya juga tetap dilakukan untuk mengurangi jumlah perokok baru, terutama untuk tiga aspek utama yang diperjuangkan, yaitu:
1. Meminta Pemerintah untuk meningkatkan cukai rokok
2.Meminta Pemerintah memberlakukan larangan bagi industri rokok untuk beriklan, berpromosi dan menjadi sponsor (Total Ban)
3.Memperjuangkan peraturan perundang undangan area bebas asap
rokok (Free Smoking Area).
Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2001 & 2004 didapatkan kenaikan pada jumlah perokok baik dewasa maupun anak-anak di Indonesia. Dimana kenaikan berarti terjadi pada perokok perempuan (baik dewasa ataupun remaja) serta anak-anak. Pada tahun 2001 jumlah perokok perempuan dewasa di Indonesia adalah 1,3 % yang kemudian pada tahun 2004 angka tersebut naik menjadi 4,5 % (naik 3,5x) kemudian untuk perempuan remaja (usia 15-19 tahun) pada tahun 2001 sebanyak 0,2 % naik menjadi 1,9 % pada tahun 2004 (naik 9,5x). Untuk perokok anak-anak sendiri (usia 5-9 tahun) pada tahun 2001 sebesar 0,4 % naik menjadi 1,8 % pada tahun 2004 (naik > 4x). Hal ini tentu menjadi keprihatinan bagi kita semua karena bila dilihat berdasarkan statistik pengguna rokok tersebut didapatkan peningkatan jumlah perokok aktif dari waktu ke waktu. Bisa dilihat bahkan anak-anak seusia 5 tahun pun sudah mulai mengenal rokok & kemungkinan besar akan menjadi perokok aktif sepanjang hidupnya yang tentu saja akan membuatnya lebih lama terkena bahaya rokok & lebih rentan pula untuk terkena penyakit karena rokok.
Racun pada Rokok
Dalam sebatang rokok terkandung sekitar 4000 macam zat kimia. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok.
Dari sekitar 4000 macam zat kimia yang ada dalam rokok , setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan manusia. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Efek Racun
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
- 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
- 4x menderita kanker esophagus
- 2x kanker kandung kemih
- 2x serangan jantung
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru. Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi. Tapi anehnya meski pada bungkus atau kemasan rokok sudah tercantum tulisan tentang bahaya rokok yang sangat menakutkan, tetap saja banyak yang merokok.
Berikut ini adalah bahaya rokok terhadap kesehatan kita rokok dapat menyebabkan Kanker pundi kencing, Kanker perut, Kanker usus dan rahim , Kanker mulut , Kanker Esofagus, Kanker tekak, Kanker pankrias, Kanker payudara, Kanker paru-paru, Penyakit saluran pernafasan kronik Strok, pengkroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosis Penyakit jantung, Kemandulan, Putus haid awal, Melahirkan bayi yang cacat Keguguran bayi, Bronkitis, Batuk, Penyakit ulser peptik,Emfisima, Otot lemah,Penyakit gusi, Kerusakan mata
Yang tersebut diatas adalah bahaya rokok bagi perokok aktif, apa itu perokok aktif ? perokok aktif adalah orang yang merokok secara langsung menghisapnya rokok, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak secara langsung menghisap rokok, tetapi menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut orang yang sedang merokok.
Di bawah ini merupakan bahaya asap rokok bagi perokok pasif
Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung, Masalah pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronkitis, Sakit atau pedih mata, Bersin dan batuk-batuk, Sakit kerongkong, Sakit kepala. Zat Yang terkandung dalam asap rokok adalah :
2 kali lebih banyak nikotin
5 kali lebih banyak karbon monoksida
3 kali lebih banyak tar
50 kali lebih zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan Bahaya asap rokok terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya
Keguguran janin
Tumbesaran janin terencat – 30% lebih tinggi
Kematian janin dalam kandungan
Pendarahan dari uri (abruption placenta)
Berat badan berkurang – 20 hingga 30% Bahaya asap rokok terhadap bayi
Masalah dan penyakit pernafasan
Mengganggu terhadap perkembangan kecerdasan
Jangkitan telinga
Leukeamia
Kanker otak 22%
Cepat lelah
Sindrom kematian secara mendadak.
Kenapa kita harus berhenti merokok ? Karena …..
Merokok jelas-jelas menyebabkan banyak gangguan kesehatan, tidak hanya bagi perokok itu sendiri tapi juga orang-orang disekitarnya, seperti yang sudah banyak dibuktikan oleh para peneliti. Banyak fakta juga menunjukan bahwa merokok membebani ekonomi keluarga untuk tujuan yang tidak produktif.
Jadi … kalau anda sayang pada diri anda sendiri, sayang pada keluarga, peduli dengan orang-orang sekitar anda, dan juga lingkungan anda ….. Berhentilah Merokok !